Selasa, 11 Desember 2018

Bagaimana Pengaruh Self Esteem Terhadap Perilaku Mahasiswa?



Image result for self esteem

Bagaimana Pengaruh Self Esteem Terhadap Perilaku Mahasiswa?

A
pakah saya berharga? Apakah saya dicintai? Apakah saya mampu menghadapi dunia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali muncul berkaitan dengan harga diri pada seseorang. Harga diri atau bahasa kerennya biasa disebut dengan self esteem. Lalu, apakah self esteem itu? Nah, self esteem adalah proses evaluasi diri terhadap kualitas-kualitas yang terjadi di dalam diri manusia secara terus-menerus (Christia, 2007) . Self esteem merupakan perasaan seseorang terhadap keberhargaan dirinya (Adiputra, 2015). Self esteem juga menentukan perkembangan mental seseorang secara keseluruhan. Istilah self esteem ini juga digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara seseorang dalam mengevaluasi diri mereka (Christia, 2007).
Harga diri ataupun self esteem ini juga merupakan komponen yang penting dalam menentukan prestasi belajar mahasiswa. Self esteem  yang dimiliki oleh mahasiswa sebaiknya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap akademik dan prestasi belajar mahasiswa (Adiputra, 2015).
Self esteem yang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa akan membangkitkan rasa percaya dirinya, keyakinan akan kemampuan diri, dan juga rasa berguna sehingga ia akan merasa bahwa kehadirannya diperlukan di dunia ini. Sedangkan, self esteem yang rendah memungkinkan untuk munculnya perilaku negatif, sebab self esteem dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Sehingga, mahasiswa dengan self esteem yang rendah secara tidak langsung akan menghadapi masalah-masalah di kampus disebabkan oleh perilaku negatifnya (Adiputra, 2015).
Mahasiswa yang menyangsikan kemampuannya dikampus terkadang dapat dikatakan bahwa ia memiliki self esteem yang rendah dalam bidang akademis. Sedangkan mahasiswa yang berpikir bahwa ia cukup disukai oleh banyak orang dan terkenal dapat dikatakan bahwa ia memiliki self esteem yang tinggi (Christia, 2007).
Istilah self esteem yang sering digunakan merujuk pada keadaan emosi sesaat, yaitu yang muncul sebagai konsekuensi yang positif atau negatif. Hal tersebut dapat dilihat ketika seseorang menyatakan bahwasanya pengalaman yang terjadi terhadap dirinya meningkatkan self-esteem atau menurunkan self esteem mereka. Misalnya, mahasiswa mengatakan bahwa self esteem nya meningkat ketika ia dipuji oleh dosen karena presentasinya yang sangat bagus. Atau mahasiswa mengatakan bahwa self esteem nya menjadi rendah karena ia gagal dan banyak mendapat kritikan saat presentasi (Christia, 2007). Dari gambaran-gambaran tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasanya self esteem menentukan perkembangan mental mahasiswa secara keseluruhan, bahkan hal tersebut juga dapat mempengaruhi perilaku individu tersebut.

Daftar Pustaka
Adiputra, S. (2015). Keterkaitan Self Efficacy Dan Self Esteem, 1(2), 151–161.
Christia, M. (2007). Inner Voice Dan Self-Esteem, 11(1), 37–41.


Tidak ada komentar: