A
|
pakah saya berharga? Apakah saya
dicintai? Apakah saya mampu menghadapi dunia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut
seringkali muncul berkaitan dengan harga diri pada seseorang. Harga diri atau
bahasa kerennya biasa disebut dengan self
esteem. Lalu, apakah self esteem itu?
Nah, self esteem adalah proses
evaluasi diri terhadap kualitas-kualitas yang terjadi di dalam diri manusia secara
terus-menerus (Christia, 2007) . Self
esteem merupakan perasaan seseorang terhadap keberhargaan
dirinya (Adiputra, 2015). Self
esteem juga menentukan perkembangan mental seseorang secara keseluruhan. Istilah self esteem ini juga digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara
seseorang dalam mengevaluasi diri mereka (Christia, 2007).
Harga diri ataupun self esteem ini juga merupakan komponen
yang penting dalam menentukan prestasi belajar mahasiswa. Self esteem yang dimiliki
oleh mahasiswa sebaiknya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap
akademik dan prestasi belajar mahasiswa (Adiputra, 2015).
Self
esteem yang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa akan
membangkitkan rasa percaya dirinya, keyakinan akan kemampuan diri, dan juga
rasa berguna sehingga ia akan merasa bahwa kehadirannya diperlukan di dunia
ini. Sedangkan, self esteem yang
rendah memungkinkan untuk munculnya perilaku negatif, sebab self esteem dapat mempengaruhi perilaku
seseorang. Sehingga, mahasiswa dengan self
esteem yang rendah secara tidak langsung akan menghadapi masalah-masalah di
kampus disebabkan oleh perilaku negatifnya (Adiputra, 2015).
Mahasiswa yang
menyangsikan kemampuannya dikampus terkadang dapat dikatakan bahwa ia memiliki self esteem yang rendah dalam bidang
akademis. Sedangkan mahasiswa yang berpikir bahwa ia cukup disukai oleh banyak
orang dan terkenal dapat dikatakan bahwa ia memiliki self esteem yang tinggi (Christia, 2007).
Istilah
self esteem yang sering digunakan
merujuk pada keadaan emosi sesaat, yaitu yang muncul sebagai konsekuensi yang
positif atau negatif. Hal tersebut dapat dilihat ketika seseorang menyatakan
bahwasanya pengalaman yang terjadi terhadap dirinya meningkatkan self-esteem atau menurunkan self esteem mereka. Misalnya, mahasiswa
mengatakan bahwa self esteem nya
meningkat ketika ia dipuji oleh dosen karena presentasinya yang sangat bagus.
Atau mahasiswa mengatakan bahwa self
esteem nya menjadi rendah karena ia gagal dan banyak mendapat kritikan saat
presentasi (Christia, 2007). Dari gambaran-gambaran tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwasanya self esteem
menentukan perkembangan mental mahasiswa secara keseluruhan, bahkan hal
tersebut juga dapat mempengaruhi perilaku individu tersebut.
Daftar Pustaka
Adiputra, S. (2015). Keterkaitan Self Efficacy Dan Self Esteem, 1(2), 151–161.
Christia, M. (2007). Inner Voice Dan Self-Esteem, 11(1),
37–41.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar